MANTRA PARAKANG SEBAGAI REPRESENTASI KEPERCAYAAN MISTIS MASYARAKAT BUGIS

Abstract Views : 0
PDF Downloads : 0

Penulis

  • Andi Muhammad Yahya STKIP Paris Barantai

DOI:

https://doi.org/10.33659/2tagpb04

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, media, serta makna simbolik mantra Parakang sebagai representasi kepercayaan mistis masyarakat Bugis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data berupa tuturan mantra dan praktik penggunaannya yang diperoleh melalui dokumentasi dan wawancara dengan informan kunci. Analisis data menggunakan semiotika Roland Barthes melalui tiga tingkatan pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra Parakang memiliki bentuk tuturan khusus dan digunakan bersama media air, kunyit, dan beras. Pelaksanaannya mengikuti aturan tertentu, antara lain penggunaan tujuh irisan kecil kunyit dan tujuh butir beras dalam keadaan utuh. Mantra digunakan sebagai bentuk perlindungan bagi ibu yang akan melahirkan serta anak kecil yang diduga mengalami gangguan kuyang atau Parakang. Air yang telah dimantrai digunakan dengan cara diminum dan diusapkan pada bagian tubuh tertentu. Temuan tersebut menunjukkan bahwa mantra Parakang tidak hanya berupa tuturan, tetapi merupakan praktik budaya yang menggabungkan bahasa, benda, tindakan, dan kepercayaan. Dalam konteks ini, Parakang dipahami sebagai bagian dari folklor dan sistem kepercayaan masyarakat Bugis, bukan sebagai fakta empiris mengenai keberadaan makhluk supernatural. Mantra Parakang juga menunjukkan adanya proses pewarisan pengetahuan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya lisan masyarakat Bugis.

Kata kunci: mantra Parakang, kepercayaan mistis, masyarakat Bugis, folklor, semiotika Roland Barthes.

 

Referensi

Agustan, Septiwiharti, D., Rosmiani, & Tantri, A. A. S. (2025). Contextualizing Kaili Cultural Symbols in the Oral Tradition of Mantra Balia in Central Sulawesi. Mimbar Ilmu, 30(3), 644–655. https://doi.org/10.23887/mi.v30i3.101474

Alfian, A. (2022). Rediscovering ‘Sacred Place’ through the Indigenous Religion Paradigm: A Case Study of Bugis-Makassar Indigenous People. Al-Izzah Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, 96. https://doi.org/10.31332/ai.v0i0.4187

Andriani, Y. Y., & Adelia, S. C. (2022). JANGJAWOKAN PARANTI DANGDAN: RAHASIA PESONA GADIS DESA KARANGJAYA KABUPATEN PANGANDARAN. ENGGANG Jurnal Pendidikan Bahasa Sastra Seni dan Budaya, 2(1), 58–71. https://doi.org/10.37304/enggang.v2i2.3883

Ashari, M., Haryanto, E., Syarif, M. I., & Sugiarto, E. (2025). Symbolic Representation As a Social Mechanism: A Study of Hegemony and Character Formation in The Bugis Tradition. Society, 13(3). https://doi.org/10.33019/society.v13i3.938

Baan, A., Allo, M. D. G., & Patak, A. A. (2022). The cultural attitudes of a funeral ritual discourse in the indigenous Torajan, Indonesia. Heliyon, 8(2). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e08925

Bachrong, F., & Ansar, F. A. (2021). RELIGIOUS MODERATION IN KARAPASAN THE LOCAL CULTURE OF TANA TORAJA COMMUNITY IN SOUTH SULAWESI. Al-Qalam, 27(1), 63. https://doi.org/10.31969/alq.v27i1.973

Dayanti, C., & Junadi, S. (2026). Kajian Semiotika Mengenai Representasi Simbol Kekuasaan dan Identitas Perempuan dalam Novel Pusaka Candra sebagai Dasar Pengembangan Pembelajaran Literasi Sastra Berstandar Nasional. Jurnal Onoma Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 12(1), 539–549. https://doi.org/10.30605/onoma.v12i1.7826

Ericha, F., & Rahardi, R. K. (2023). Preservasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Mantra Dayak Bakati` pada Tradisi Barape Sawa: Kajian Antropolinguistik (The Preservation of Local Values in The Ritual Spell of Barape Sawa Dayak Bakati`: An Antropolinguistic Study). Indonesian Language Education and Literature, 9(1), 194. https://doi.org/10.24235/ileal.v9i1.13444

Habibi, R. D., & Hariyanto, D. (2024). Menguak Representasi Budaya Indonesia dalam Iklan Bodrex 2022. Indonesian Culture and Religion Issues., 1(2), 15. https://doi.org/10.47134/diksima.v1i2.35

Hamsiati, H., Hamid, W., & Mustolehudin, M. (2021). Manuskrip La Galigo dalam Tradisi Massure’ di Wajo-Sulawesi Selatan. Jurnal Lektur Keagamaan, 19(1), 207–238. https://doi.org/10.31291/jlka.v19i1.906

Hardy, M. T., & Susilo, D. (2022). Jakarta’s urban culture representation on social media @jakarta_tourism: A semiotics analysis. SIMULACRA JURNAL SOSIOLOGI, 5(1), 29–43. https://doi.org/10.21107/sml.v5i1.13648

Ichwan, M., Reskiani, U., Indah, A. L., Makmur, A. N. A. F., & Djafar, E. M. (2021). Pasang ri Kajang: Tradisi Lisan Masyarakat Adat Ammatoa Suku Kajang dalam Pembentukan Karakter Konservasi. Ideas Jurnal Pendidikan Sosial dan Budaya, 7(4), 133. https://doi.org/10.32884/ideas.v7i4.495

Indarwati, I., Tanjung, I. L., Bahar, P., Kaharuddin, M. N., & Meirling, A. (2025). Membaca Tanda, Menjaga Tradisi: Eksplorasi Semiotik dan Pariwisata Budaya dalam Ritual Jeknek Sappara. Jurnal Onoma Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 11(4), 4475–4485. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i4.6739

Karuniawan, M. B., Missriani, M., & Effendi, D. (2023). Struktur, Fungsi dan Makna Mantra Pengobatan di Desa Tanjung Kurung Ulu Kecamatan Tanjung Tebat Kabupaten Lahat. Indonesian Research Journal On Education, 3(2), 959–966. https://doi.org/10.31004/irje.v3i2.95

Kasmawati, K., Indarwati, I., Tamin, H., & Hasan, H. (2021). Bentuk dan Makna Ritual Mappacci pada Pernikahan Bangsawan Bugis (Studi Kasus di Desa Benteng Gantarang Kabupaten Bulukumba). Jurnal Onoma Pendidikan Bahasa dan Sastra, 7(2), 721–729. https://doi.org/10.30605/onoma.v7i2.1414

Kusno, A., Arifin, M. B., & Mulawarman, W. G. (2022). Pengungkapan Pemerasan dan Pengancaman pada Alat Bukti Kasus Pinjaman Online (Kajian Linguistik Forensik). DIGLOSIA Jurnal Kajian Bahasa Sastra Dan Pengajarannya, 5(3), 555–570. https://doi.org/10.30872/diglosia.v5i3.423

Maghrobi, M. E. F., & Rifa’i, A. (2024). Dakwah dan Warisan Budaya Nusantara di Kalimantan Selatan: Kajian Seni Syair Sastra Madihin dalam Perspektif Semiotika Roland Barthes. EMPIRISMA, 33(1), 167–186. https://doi.org/10.30762/empirisma.v33i1.1477

Maulinda, R. (2021). NILAI MISTIS DAN MITOS YANG TERKANDUNG DALAM NOVEL KKN DI DESA PENARI KARYA SIMPLEMAN. Jurnal Metamorfosa, 9(1), 30–41. https://doi.org/10.46244/metamorfosa.v9i1.1316

Mukhtar, J., Yunus, Y., & Nugroho, I. (2021). Integrasi Kegiatan Masyarakat Budaya Lokal dan Lembaga dalam Pendidikan Toleransi. Al-Izzah Jurnal Hasil-Hasil Penelitian, 43. https://doi.org/10.31332/ai.v0i0.2676

Mulyaden, A. (2021). Kajian Semiotika Roland Barthes terhadap Simbol Perempuan dalam Al-Qur’an. Hanifiya Jurnal Studi Agama-Agama, 4(2), 139–154. https://doi.org/10.15575/hanifiya.v4i2.13540

Mustamin, M., Saleh, S., Razak, Abd. R., Muchtar, I., & Suriyati, S. (2023). Islamic Educational Values in Local Wisdom Traditional Tradition of Mappogau Sihanua Karampuang Sinjai District. IJORER International Journal of Recent Educational Research, 4(2), 188–202. https://doi.org/10.46245/ijorer.v4i2.326

Novita, I. N. I., & Prasetyoningsih, L. S. A. (2023). MAKNA, FUNGSI MANTRA DAN TATA CARA TINGKEPAN DI DESA JENGGOLO KECAMATAN KEPANJEN. Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 10(2), 72–85. https://doi.org/10.21067/jibs.v10i2.8148

Nurhikmah, N., Said, N. M., Malik, A., & Syam, M. T. (2021). Adaptasi Dakwah dalam Tradisi Tolak Bala Masyarakat Kota Parepare (Adaptation of Da’wah in the Tradition of Tolak Bala in the Community of Parepare City). Jurnal Dakwah Risalah, 32(1), 20. https://doi.org/10.24014/jdr.v32i1.12857

Palimbong, D. R., Maknun, T., Lukman, L., & Bandung, A. T. (2025). Symbols in the ritual of Rampanan Kapa’ in Tana Toraja Regency: A study of semiotics. Edelweiss Applied Science and Technology, 9(4), 2939–2953. https://doi.org/10.55214/25768484.v9i4.6700

Pamungkas, O. Y., Hastangka, H., Raharjo, S. B., Sudigdo, A., & Agung, I. G. N. P. (2023). The spirit of Islam in Javanese mantra: Syncretism and education. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 79(1). https://doi.org/10.4102/hts.v79i1.8407

Puadino, Moh. A. G. R., Wantasen, I. L., & Rattu, J. A. (2024). Ritual Adat Mombowa Tumpe di Kecamatan Batui Kabupaten Banggai Dalam Lensa Semiotika. Jurnal Onoma Pendidikan Bahasa dan Sastra, 10(3), 2846–2856. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i3.3998

Purwanti, R. A., & Suryani, Y. (2023). Semiotika Mantra Ruwatan Murwa Kala di Desa Gemulung, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua, 8(2), 95–102. https://doi.org/10.21107/metalingua.v8i2.21152

Putri, C. F., & Hikam, A. I. (2025). Representasi Budaya pada Novel Arah Langkah Karya Fiersa Besari: Kajian Semiotika Roland Barthes. Semantik Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Bahasa Dan Budaya, 3(3), 157–173. https://doi.org/10.61132/semantik.v3i3.1846

Putri, N. G., & Fatimah, F. (2025). Kutika as a System of Signs: A Barthesian Semiotic Study in Bugis Culture from an Islamic Communication Perspective. Palakka Media and Islamic Communication, 6(2), 158–169. https://doi.org/10.30863/palakka.v6i2.10616

Rajiyem, R., & Setianto, W. A. (2022). Praktik Sosiokultural dalam Wacana Legenda dan Mitos “Tanah Mangir” Desa Mangir Bantul. Jurnal Ilmu Komunikasi, 20(3), 335. https://doi.org/10.31315/jik.v20i3.6954

Ramli, A., & Saputra, A. T. (2023). REPRESENTASI NILAI SIRI’ NA PACCE PERTUNJUKAN TEATER RAKYAT KONDOBULENG SANGGAR SENI TRADISIONAL I LOLO GADING PAROPO. Panggung, 33(4), 451–462. https://doi.org/10.26742/panggung.v33i4.2904

Ropiah, O., Indrayani, L. M., Muhtadin, T., & Yuliawati, S. (2022). Semiotika Batik Paseban Kabupaten Kuningan (Semiotics of Paseban Batik, Kuningan Regency). Indonesian Language Education and Literature, 7(2), 358. https://doi.org/10.24235/ileal.v7i2.9090

Ruslan, R., Burga, M. A., & Noer, M. U. (2022). Theological belief towards Islamic spiritual belief: Evidence from South Sulawesi, Indonesia. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 78(4). https://doi.org/10.4102/hts.v78i4.8009

Rusman, R., Junaidi, M., Hidayat, R., Badollahi, Muh. Z., & Hapsa, H. (2023). Cultural Heritage and Social Adaptation: The Internalization of Paddisengeng Values by the Bugis-Bone Ethnicity in Masamba Village. SIGn Journal of Social Science, 4(1), 52–68. https://doi.org/10.37276/sjss.v4i1.334

Seli, S. (2021). Mantra Tolak Bala Komunitas Dayak Kalimantan Barat: Kajian Semiotik Riffaterre. Jurnal Ilmu Komunikasi, 19(2), 172. https://doi.org/10.31315/jik.v19i2.4326

Setiawan, I. K. (2024). The Role of Language in Preserving Cultural Heritage and Religious Beliefs: A Case Study on Oral Traditions in the Indigenous Sasak Community of Lombok, Indonesia. Pakistan Journal of Life and Social Sciences (PJLSS), 23(1). https://doi.org/10.57239/pjlss-2025-23.1.0031

Shidqi, R. D., & Sari, R. P. (2025). Makna Hewan Kucing Hitam: Analisis Semiotika Roland Barthes. MAHADAYA Jurnal Bahasa Sastra Dan Budaya, 5(2), 219–230. https://doi.org/10.34010/5h8q9k69

Sohrah, S., Husna, A., Akbar, R., Sugirman, A., & Arfah, M. T. (2023). Songkabala Tradition in the Makassarese Society: Local Values and Messages of the Al-Qur’an an Anthropological Perspective on Islamic Law. SAMARAH Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, 7(1), 455. https://doi.org/10.22373/sjhk.v7i1.16689

Supriadi, S., Kurniawan, E., Saifullah, A. R., & Akbar, F. (2025). LANGUAGE, LAND, AND LEARNING: AGRARIA SPIRITUALITY AND ENVIRONMENT PEDAGOGY IN MAKASSAR MANTRAS. Journal of Pragmatics and Discourse Research, 5(2), 207–220. https://doi.org/10.51817/jpdr.v5i2.1319

Syamsuddin, N., Nursyamsi, N., & Erwin, E. (2023). TOXIC MASCULINITY AND LOCAL WISDOM OF THE BUGIS CULTURE IN EAST LUWU REGENCY. Al-Qalam, 29(2), 222. https://doi.org/10.31969/alq.v29i2.1337

Tabbu, M. A. S., & Amrullah, M. F. (2022). STUDI FENOMENOLOGI: MAKNA LARANGAN-LARANGAN ADAT ADE’ ASSAMATURUSENG DALAM PEMANFAATAN DANAU TEMPE DI KABUPATEN WAJO. JAMBURA GEO EDUCATION JOURNAL, 3(2), 68–75. https://doi.org/10.34312/jgej.v3i2.15336

Tahara, T. (2023). Cultural Resilience and Syncretism: The Towani Tolotang Community’s Journey in Indonesia’s Religious Landscape. Journal of Ethnic and Cultural Studies, 10(4), 233–246. https://doi.org/10.29333/ejecs/1863

Taqdiraa, T., Putri, N. Q. H., Mulawarman, W. G., Arifin, S., Arifin, B., & Mubarok, A. (2025). Relevansi dan Dinamika Penggunaan Mantra dan Doa Laut Suku Bajau di Pulau Maratua pada Era Modern. Jurnal Onoma Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 11(4), 5061–5069. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i4.7385

Tayibnapis, R. G., Muqsith, M. A., Muzykant, V. L., & Kuswant, A. (2022). Bias Meaning of Symbols and Sings of Indonesian Topeng Malangan Puppet Show. RUDN Journal of Language Studies Semiotics and Semantics, 13(4), 1122–1135. https://doi.org/10.22363/2313-2299-2022-13-4-1122-1135

Ulinsa, U., Marzuki, A. G., Laksana, A. S., Nursyamsi, N., & B, M. A. (2023). Representation of Aesthetic Value in Bugis and Makassar Classic Song. Jurnal Onoma Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 9(1), 422–431. https://doi.org/10.30605/onoma.v9i1.2343

Ulwatunnisa, M., Sulistyowati, E. D., Lidya, S., Setyawati, M., & Putri, N. Q. H. (2025). Analisis mantra suku Kutai Muara Kedang Desa Sungai Mariam kajian semiotik. Jurnal Genre (Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya), 7(2), 204–216. https://doi.org/10.26555/jg.v7i2.12700

Yunidar. (2023). Makna Simbolik Tarian dan Syair Rego pada Tradisi Lisan Suku Kaili. Jurnal Onoma Pendidikan Bahasa dan Sastra, 9(1), 710–719. https://doi.org/10.30605/onoma.v9i1.2620

##submissions.galleys##

Diterbitkan

2026-10-05

Lisensi

Hak Cipta (c) 2026 CENDEKIA: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN

Creative Commons License

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Cara Mengutip

MANTRA PARAKANG SEBAGAI REPRESENTASI KEPERCAYAAN MISTIS MASYARAKAT BUGIS. (2026). CENDEKIA: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN, 14(2). https://doi.org/10.33659/2tagpb04